Audemars Piguet Rayakan 150 Tahun dengan Koleksi Spesial

Di tengah era di mana kemewahan sering dianggap hanya tren musiman, Audemars Piguet tetap tampil berbeda. Selama lebih dari 150 tahun, pabrikan jam asal Swiss ini mempertahankan makna kemewahan yang bukan sekadar gaya sesaat, melainkan simbol keabadian. Menandai perayaan ulang tahun ke-150, Audemars Piguet meluncurkan perpetual calendar berdiameter 38 mm, sebuah mahakarya yang memadukan kesinambungan dan inovasi. Komplikasi ikonik ini, yang sejak lama dikagumi para kolektor, kini dihadirkan dengan sentuhan lebih intim dan fleksibel, tetap setia pada tradisi astronomi dalam mengukur siklus langit yang sudah memikat pembuat jam selama berabad-abad.

Koleksi spesial ini hadir dalam tiga model, dua varian dalam seri Royal Oak dan satu dari Code 11.59. Dengan format 38 mm, jam tangan ini terasa lebih ergonomis di pergelangan tangan dan dilengkapi sistem koreksi mahkota all-in-one yang dipatenkan, membuat penggunaannya lebih intuitif.

Baca juga: Taylor Swift Bertunangan dengan Sentuhan Cartier Langka

Didirikan pada tahun 1875 di Le Brassus, Vallée de Joux, Audemars Piguet hingga kini masih dikelola oleh keluarga pendirinya. Status independen ini membuat brand bebas berinovasi sesuai jalannya sendiri, termasuk menciptakan tourbillon ultra-tipis dan ikon legendaris Royal Oak.

High Complication 38 mm: Code 11.59 Flying Tourbillon

Tahun ini, AP juga memperkenalkan Code 11.59 Selfwinding Flying Tourbillon 38 mm dengan dial batu alam. Tersedia dalam pilihan malachite, sodalite, dan ruby root, setiap dial dipadukan dengan casing emas yang dipilih khusus untuk menonjolkan warnanya. Model ini ditenagai oleh Calibre 2968, mesin tourbillon ultra-tipis otomatis yang pertama kali hadir pada 2022 dan kini disesuaikan dengan ukuran 38 mm.

Menurut Lucas Raggi, Chief Industrial Officer AP, “Koleksi 38 mm ini menghormati warisan miniaturisasi dan inovasi kami, sekaligus merangkul ergonomi modern serta inklusivitas.”

Dial pada seri ini menjadi pusat perhatian: mulai dari tekstur berwarna hijau emboss pada Code 11.59 hingga motif Grande Tapisserie pada Royal Oak. Bahkan, untuk dial Code 11.59, AP menggandeng spesialis guilloché Yann Von Kaenel, yang menciptakan pola lingkaran konsentris dengan ratusan titik ukiran kecil, menghasilkan ritme visual yang unik.

Setiap dial pada varian flying tourbillon dibuat dari batu alam, ruby root dari Tanzania, sodalite dari Brasil, dan malachite dari Zambia. Proses pemotongan dan pemolesan dilakukan secara hati-hati untuk menampilkan serat alami dan kedalaman warna, sehingga tidak ada dua jam tangan yang sama. Hal ini menjadikan setiap karya memiliki keunikan sekaligus kelangkaan.

Sebagai bagian dari koleksi ulang tahun, Audemars Piguet juga merilis edisi terbatas sebanyak 150 unit, dengan ciri khas tanda tangan vintage pada indikator fase bulan di posisi jam 6, serta ukiran khusus “150 Years” pada caseback.

Hubungan dengan Pasar Timur Tengah

Meski berakar di Swiss, Audemars Piguet juga melihat Timur Tengah sebagai wilayah penting dalam membentuk masa depannya. Kehadiran butik di Dubai dan Abu Dhabi berkembang pesat, menjadi pusat komunitas kolektor jam mewah. Cherif Chamandi, General Manager AP untuk UAE, menekankan bahwa hubungan dengan klien di kawasan ini dibangun melalui pendekatan personal dan autentik, bukan sekadar penjualan.

Baca juga: Cara Aman Membawa Jam Tangan Mewah Saat Bepergian

CEO Audemars Piguet, Ilaria Resta, menjadi salah satu dari sedikit perempuan yang memimpin merek haute horology dunia. Kehadirannya mempertegas semangat progresif AP, tanpa meninggalkan esensi utama seni pembuatan jam. Raggi menambahkan bahwa model 38 mm bukan hanya pencapaian teknis, tetapi juga simbolis, sebagai penghormatan terhadap warisan komplikasi kalender abadi dan tourbillon.

Merayakan 150 tahun perjalanan, Audemars Piguet kembali menegaskan arti kemewahan sejati. Bukan sekadar mengikuti mode, melainkan diwujudkan melalui keahlian tinggi, presisi, dan inovasi berkelanjutan. Koleksi terbaru ini menghubungkan warisan masa lalu dengan visi masa depan, menghasilkan jam tangan yang tak lekang waktu namun tetap relevan dengan zaman.

Comments

0 Comments Add comment

Leave a comment